Mengampuni Seperti Bapa
Topik : -
Nats : Ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami (Lukas 11:4)
Bacaan : Matius 18:21-35
Dengan diselimuti gelapnya suasana malam di Filipina, tiga orang remaja berhasil menyelinap ke dalam sebuah mobil van milik seorang wanita Kristen. Ketiga remaja itu mengambil beberapa barang lalu menjualnya di pinggir jalan. Tak lama kemudian polisi mengetahui penjualan barang-barang curian itu, dan berhasil menangkap ketiga remaja tersebut.
Lalu, apa yang dilakukan oleh si wanita? Ingin membalas dendam terhadap pencuri-pencuri muda itu? Tidak. Ia justru menengok mereka di penjara, menginjili mereka, dan membimbing mereka untuk mempercayai Kristus! Kemudian ia meminta agar mereka diizinkan keluar dari penjara dengan dikawal pada setiap hari Minggu untuk bersama-sama dengannya pergi ke gereja.
Ketika seseorang melakuan tindakan yang merugikan kita, mudah bagi kita untuk berpikir membalas dendam kepadanya. Lagi pula, kita sudah mengalami trauma dan kehilangan. Jadi, orang itu pantas membayarnya! Namun, Kristus mengajarkan cara yang lebih bijaksana daripada membalas dendam. Kita patut mengikuti teladan yang ditunjukkan Allah mengenai pengampunan. Kata-kata Yesus mengenai hal itu memang mengejutkan: "Jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu" (Matius 6:15).
Kesanggupan kita untuk mengampuni merupakan ujian iman yang jelas. Salah satu cara melihat karunia Kristus bekerja dalam hidup kita adalah melalui pengampunan yang kita berikan kepada sesama. Ketika kita mengampuni seperti Bapa, kita telah menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak-Nya -JDB
CARA TERBAIK UNTUK MEMBALAS DENDAM ADALAH DENGAN MENGAMPUNI
Light 4 Generation
Komunitas Sel GBI Jelambar Utama IV
Friday, July 30, 2010
Mengampuni Orang Lain
Tuhan Yesus mengerti betapa berbahayanya dosa tidak mengampuni kesalahan orang lain, dan betapa pentingnya Tuhan harus memberi pengertian tentang hal ini kepada anak-anak-Nya. Oleh sebab itu Ia menaruh hal mengampuni orang lain di dalam deret kalimat doa Bapa kami (Matius 6:9-13).
Pentingnya pengampunan terhadap sesama:
1. Mengampuni orang lain adalah perintah tegas dari Tuhan yang harus dipatuhi. Mengampuni orang lain ini adalah perwujudan tindakan kasih. Bila seseorang tidak mengampuni orang lain, itu berarti ia tidak mengasihi sesamanya. Bila ia tidak mengasihi sesamanya itu berarti ia adalah seorang “pembunuh” (1Yoh. 3:15, Why. 21:8). Seorang pembunuh tidak akan masuk dalam kerajaan Allah.
2. Mengampuni orang lain ialah syarat untuk menerima pengampunan dari Allah. Agar kita menerima pengampunan dari Tuhan kita harus mengampuni orang lain (Mat. 6:14-15; 18:35). Dalam doa Bapa kami jelas disinggung hal mengampuni orang lain, bahwa seperti kita mengampuni orang lain demikianlah Bapa mengampuni kita.. Pengampunan dari Tuhan tidak dapat dipisahkan dari pengampunan kita kepada orang lain. Bila kita tidak mengampuni sesama kita Tuhan juga tidak akan mengampuni kita.
3. Mengampuni orang lain adalah jalan agar doa kita diresponi atau ditanggapi Allah (Mrk. 11:24-26). Dari ayat-ayat ini telah ternyata bahwa jawaban doa dan respon Tuhan terhadap doa kita sangat berkaitan dengan pengampunan kita kepada orang lain. Kalau doa-doa kita mau terjawab, maka kita harus membereskan hubungan kita dengan sesama, dalam hal ini mengampuni saudara kita. Oleh sebab itu kalau kita menjumpai kenyataan doa-doa kita tidak diresponi oleh Bapa, patut kita memeriksa hidup kita dan menemukan penyebabnya, bukan tidak mungkin penyebabnya adalah tidak mengampuni sesama kita.
4. Mengampuni sesama agar tidak ada akar pahit di dalam hati kita (Ibr. 12:14-15). Ada banyak sakit penyakit yang tak disebabkan oleh virus atau baksil pada mulanya, tetapi disebabkan oleh hati yang tidak mau mengampuni orang lain. Ilmu kedokteran membuktikan bahwa suasana jiwa yang tidak sehat dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Akar pahit ini bisa timbul di hati istri terhadap suami, atau sebaliknya, mertua terhadap menantu sebaliknya, relasi bisnis dll. Tidak sedikit orang yang sakit oleh karena kepahtian terhadap sesamanya. Lepaskan pengampunan kepada suami, istri, menantu, mertua atau siapapun yang melukai hatimu dan terimalah kesembuhan.
5. Tuhan tidak menghendaki kita kehilangan sahabat dan saudara oleh kesalahan kita sendiri dengan tidak mengampuni orang lain (Ibr. 12: 14-15). Hidup berdamai dengan semua orang, maksudnya adalah agar kita tidak bertikai dengan siapapun dengan alasan apapun. Barangkali orang lain yang menciptakan atau memulai pertikaian tetapi kita harus dapat mengampuni.
Cara Kita Mengampuni
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita dalam Matius 18:21-23. Dalam perikop ini Petrus mencoba menawarkan kepada Tuhan Yesus satu bentuk pengampunan yang luar biasa yang lebih tinggi dari pola pengampunan yang biasa dilakukan dalam masyarakat Yahudi. Orang Yahudi biasa memberi batas mengampuni orang lain 3x. Petrus mencoba menawarkan lebih tinggi sedikit, yaitu 7 kali. Tetapi ternyata jawaban Tuhan Yesus jauh sekali dari pola pikir dan konsep hukum yang ditawarkan manusia. Tuhan Yesus memberikan konsep baru tentang pengampunan ini, yaitu: 70 x 7 kali.
Maksud dari ajaran Tuhan Yesus tentang mengampuni 70 x 7 kali adalah:
(1) Bahwa tidak ada alasan atau sebab apapun yang boleh diterima untuk tidak mengampuni orang lain.
(2) Cara kita mengampuni orang lain harus sesuai dan sama persis sebagaimana Allah mengampuni kita (Ef. 4:32; Kol. 3:13). Ini bukan hal yang mudah, tetapi pasti bisa dilakukan. Tuhan memberikan standar ini tentu dengan hikmat dan pertimbangan-Nya yang sangat bijaksana dan itu pasti telah disesuaikan dengan kemampuan manusia untuk melakukannya.
Pengampunan yang diajarkan Tuhan ini berarti sebuah pengampunan yang tidak bersyarat, artinya: Pertama, mengampuni semua kesalahan, ini berarti tidak ada sesuatu yang kita anggap sebagai kesalahan yang tidak dapat diampuni. Kedua, melupakan kesalahan-kesalahan, ini berarti kita tidak membangkit-bangkitkan kesalahan orang lain dengan membicarakannya dengan orang lain pula. Ketiga, tidak menghukum. Inilah yang dimaksud Tuhan Yesus mengampuni dengan segenap hati (Mat. 18:35). Tidak menghukum dengan segala cara, misalnya tidak mau berdamai, tidak mau memberi salam, mencela dan merusak nama baik orang yang kita anggap telah bersalah kepada kita.
Akhirnya kita harus membalas kejahatan dengan kebaikan (Rm. 12:21). Tuhan akan menunjukkan siapa yang berdiri dipihak-Nya. Berdiri dalam kebenaran dan kasih Allah. Kepada orang-orang seperti inilah Allah memberikan penghargaan-Nya. Amin. *
Pentingnya pengampunan terhadap sesama:
1. Mengampuni orang lain adalah perintah tegas dari Tuhan yang harus dipatuhi. Mengampuni orang lain ini adalah perwujudan tindakan kasih. Bila seseorang tidak mengampuni orang lain, itu berarti ia tidak mengasihi sesamanya. Bila ia tidak mengasihi sesamanya itu berarti ia adalah seorang “pembunuh” (1Yoh. 3:15, Why. 21:8). Seorang pembunuh tidak akan masuk dalam kerajaan Allah.
2. Mengampuni orang lain ialah syarat untuk menerima pengampunan dari Allah. Agar kita menerima pengampunan dari Tuhan kita harus mengampuni orang lain (Mat. 6:14-15; 18:35). Dalam doa Bapa kami jelas disinggung hal mengampuni orang lain, bahwa seperti kita mengampuni orang lain demikianlah Bapa mengampuni kita.. Pengampunan dari Tuhan tidak dapat dipisahkan dari pengampunan kita kepada orang lain. Bila kita tidak mengampuni sesama kita Tuhan juga tidak akan mengampuni kita.
3. Mengampuni orang lain adalah jalan agar doa kita diresponi atau ditanggapi Allah (Mrk. 11:24-26). Dari ayat-ayat ini telah ternyata bahwa jawaban doa dan respon Tuhan terhadap doa kita sangat berkaitan dengan pengampunan kita kepada orang lain. Kalau doa-doa kita mau terjawab, maka kita harus membereskan hubungan kita dengan sesama, dalam hal ini mengampuni saudara kita. Oleh sebab itu kalau kita menjumpai kenyataan doa-doa kita tidak diresponi oleh Bapa, patut kita memeriksa hidup kita dan menemukan penyebabnya, bukan tidak mungkin penyebabnya adalah tidak mengampuni sesama kita.
4. Mengampuni sesama agar tidak ada akar pahit di dalam hati kita (Ibr. 12:14-15). Ada banyak sakit penyakit yang tak disebabkan oleh virus atau baksil pada mulanya, tetapi disebabkan oleh hati yang tidak mau mengampuni orang lain. Ilmu kedokteran membuktikan bahwa suasana jiwa yang tidak sehat dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Akar pahit ini bisa timbul di hati istri terhadap suami, atau sebaliknya, mertua terhadap menantu sebaliknya, relasi bisnis dll. Tidak sedikit orang yang sakit oleh karena kepahtian terhadap sesamanya. Lepaskan pengampunan kepada suami, istri, menantu, mertua atau siapapun yang melukai hatimu dan terimalah kesembuhan.
5. Tuhan tidak menghendaki kita kehilangan sahabat dan saudara oleh kesalahan kita sendiri dengan tidak mengampuni orang lain (Ibr. 12: 14-15). Hidup berdamai dengan semua orang, maksudnya adalah agar kita tidak bertikai dengan siapapun dengan alasan apapun. Barangkali orang lain yang menciptakan atau memulai pertikaian tetapi kita harus dapat mengampuni.
Cara Kita Mengampuni
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita dalam Matius 18:21-23. Dalam perikop ini Petrus mencoba menawarkan kepada Tuhan Yesus satu bentuk pengampunan yang luar biasa yang lebih tinggi dari pola pengampunan yang biasa dilakukan dalam masyarakat Yahudi. Orang Yahudi biasa memberi batas mengampuni orang lain 3x. Petrus mencoba menawarkan lebih tinggi sedikit, yaitu 7 kali. Tetapi ternyata jawaban Tuhan Yesus jauh sekali dari pola pikir dan konsep hukum yang ditawarkan manusia. Tuhan Yesus memberikan konsep baru tentang pengampunan ini, yaitu: 70 x 7 kali.
Maksud dari ajaran Tuhan Yesus tentang mengampuni 70 x 7 kali adalah:
(1) Bahwa tidak ada alasan atau sebab apapun yang boleh diterima untuk tidak mengampuni orang lain.
(2) Cara kita mengampuni orang lain harus sesuai dan sama persis sebagaimana Allah mengampuni kita (Ef. 4:32; Kol. 3:13). Ini bukan hal yang mudah, tetapi pasti bisa dilakukan. Tuhan memberikan standar ini tentu dengan hikmat dan pertimbangan-Nya yang sangat bijaksana dan itu pasti telah disesuaikan dengan kemampuan manusia untuk melakukannya.
Pengampunan yang diajarkan Tuhan ini berarti sebuah pengampunan yang tidak bersyarat, artinya: Pertama, mengampuni semua kesalahan, ini berarti tidak ada sesuatu yang kita anggap sebagai kesalahan yang tidak dapat diampuni. Kedua, melupakan kesalahan-kesalahan, ini berarti kita tidak membangkit-bangkitkan kesalahan orang lain dengan membicarakannya dengan orang lain pula. Ketiga, tidak menghukum. Inilah yang dimaksud Tuhan Yesus mengampuni dengan segenap hati (Mat. 18:35). Tidak menghukum dengan segala cara, misalnya tidak mau berdamai, tidak mau memberi salam, mencela dan merusak nama baik orang yang kita anggap telah bersalah kepada kita.
Akhirnya kita harus membalas kejahatan dengan kebaikan (Rm. 12:21). Tuhan akan menunjukkan siapa yang berdiri dipihak-Nya. Berdiri dalam kebenaran dan kasih Allah. Kepada orang-orang seperti inilah Allah memberikan penghargaan-Nya. Amin. *
Dalam Matius 18: 15-17, Yesus berkata apabila saudara atau saudari kita tidak bertobat, bawalah masalah ini di hadapan dua atau tiga orang saksi. Jika inipun tidak membuatnya bertobat bawalah masalah ini ke jemaat. Masalahnya adalah jika saudara atau saudari kita berbuat dosa kepada kita, kita cenderung menjadi muak dan memutuskan untuk meninggalkan gereja sepenuhnya - yaitu berhenti dan sama sekali tidak pergi ke gereja lagi. Hal ini jelas salah dan bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah. Ketika kita lari dari permasalahan, masalah tidak akan pergi. Ia akan bertambah buruk.
Karena itu kita harus bertindak terhadap dosa. Ketika saudara kita melakukan dosa terhadap kita dan tidak bertobat, dan kita membawa masalah itu ke gereja, hal itu akan mulai ditangani. Pendeta akan membimbing saudara yang telah melakukan kesalahan untuk menemukan mengapa ia melakukan hal ini. Jika Saudara itu bertobat dan meminta maaf kepada kita, masalahnya akan terpecahkan dan tidak lagi ada masalah. Tetapi jika kita membiarkan masalahnya menyebar seperti penyakit di dalam gereja, keseluruhan gereja akan menjadi sakit. Kita harus menangani dosa itu demi Kristus, demi saudara dan saudari dan demi kita sendiri. Gereja tidak untuk memihak yang satu serta menentang yang lain, kita harusnya punya keyakinan pada gereja, pada saudara kita dan pada rasa keadilan mereka di hadapan Tuhan bahwa mereka akan mengatasi masalah secara adil.
Kadang-kadang kita mungkin bereaksi dengan cara yang aneh ketika masalah seperti itu terjadi. Kita mungkin menjadi seseorang dari mereka yang berkata, "Saudara ini telah menyakiti saya. Saya tidak akan pergi ke gereja lagi karena semua orang Kristen adalah munafik!" Sebenarnya hanya satu orang yang menyakiti kita bukan seluruh gereja. Jika kita adalah orang Kristen, kita berhak untuk tetap berada di tengah jemaat sebagaimana saudara yang telah menyakiti kita itu. Mengapa kita harus meninggalkannya? Sangat sulit dimengerti mengapa kita akan berpikir seperti ini. Kadang-kadang ada suatu masalah di dalam gereja dan Pendeta tidak diberitahu akan hal ini. Jika dia mengetahuinya, dia akan ikut campur membela mereka yang disakiti untuk meluruskannya.
Harus ada batasnya!
Misalkan seseorang melakukan dosa terhadap kita. Dia menyesal dan minta maaf dan kita mengampuninya. Kemudian dia melakukannya lagi dan lagi! Apa yang akan kita lakukan? Inilah pertanyaan yang ingin ditanyakan Yesus. Berapa kali kita harus memaafkan seseorang?
Lukas 17:3-4 memberitahu kita:
Jagalah dirimu jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Dan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata "aku menyesal", engkau harus mengampuni dia.
Jika seseorang menyingung kita berkali-kali, Yesus berkata dalam kutipan di atas bahwa kita harus memaafkannya sampai tujuh kali dalam sehari. Ketika Dia memberikan contoh ini, Dia tidak bermaksud bahwa tujuh kali adalah batasnya. Hal ini dikarenakan tujuh adalah angka sempurna. Jika kita mampu mengampuni seseorang tujuh kali, kita tentu dapat mengampuninya lebih dari itu. Poinnya adalah bahwa kita memaafkan seseorang tujuh kali sehari dari hari ke hari. Dengan kata lain tidak ada batas untuk itu.
Tetapi, rata-rata orang Kristen tidak bisa memaafkan. Ketika seseorang menyakitinya sekali, mukanya sudah merah dan ia bereaksi seperti ini: "Cukup, aku tidak akan lagi ngomong sama mahluk menjijikkan ini! Aku tidak akan pernah masuk ke gereja ini lagi!" Sekali saja dan sudah cukup? Bagaimana dengan yang "tujuh kali sehari" yang Yesus ajarkan? Apakah pengampunan kita terbatas seperti itu? Kita mencoba membenarkan perilaku kita dan berkata, "Saya tidak melakukan apa-apa kepadanya, dan dia menyakiti saya! Lalu mengapa saya mesti memaafkannya?" Baiklah, inilah yang Yesus katakan.
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali"(Mat.18:21-22).
Petrus jelas berpikir bahwa dia sangat pemurah. Dia berpikir tujuh kali tidak terlalu buruk karena menurut rabi-rabi Yahudi, kita bisa mengampuni seseorang satu kali, dua kali, dan bahkan tiga kali, tetapi tidak empat kali. Karena tiga kali adalah maksimum. Petrus mungkin berpikir bahwa karena dia menghitung jumlah yang lebih dari dua kali lipat dari apa yang di rekomendasikan para rabbi, dia benar-benar pemurah. Sementara para rabbi memberikan batasan maksimum memaafkan tiga kali dalam seumur hidup kita, tetapi kita disuruh memaafkan orang tujuh kali dalam sehari. Jika jumlah tujuh itu dikalikan dengan masa hidup kita, maka jumlahnya jelas sangat luar biasa. Tuhan berkata kepada Petrus, "Aku tidak mengatakan kepadamu tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh." Sekali lagi, jumlah yang dimaksudkan adalah simbol bilangan tak terbatas. Jika kita bisa memaafkan seseorang tujuh kali sehari dalam tujuh puluh hari atau dua setengah bulan, jumlah yang muncul menjadi tak terbatas.
Karena itu kita harus bertindak terhadap dosa. Ketika saudara kita melakukan dosa terhadap kita dan tidak bertobat, dan kita membawa masalah itu ke gereja, hal itu akan mulai ditangani. Pendeta akan membimbing saudara yang telah melakukan kesalahan untuk menemukan mengapa ia melakukan hal ini. Jika Saudara itu bertobat dan meminta maaf kepada kita, masalahnya akan terpecahkan dan tidak lagi ada masalah. Tetapi jika kita membiarkan masalahnya menyebar seperti penyakit di dalam gereja, keseluruhan gereja akan menjadi sakit. Kita harus menangani dosa itu demi Kristus, demi saudara dan saudari dan demi kita sendiri. Gereja tidak untuk memihak yang satu serta menentang yang lain, kita harusnya punya keyakinan pada gereja, pada saudara kita dan pada rasa keadilan mereka di hadapan Tuhan bahwa mereka akan mengatasi masalah secara adil.
Kadang-kadang kita mungkin bereaksi dengan cara yang aneh ketika masalah seperti itu terjadi. Kita mungkin menjadi seseorang dari mereka yang berkata, "Saudara ini telah menyakiti saya. Saya tidak akan pergi ke gereja lagi karena semua orang Kristen adalah munafik!" Sebenarnya hanya satu orang yang menyakiti kita bukan seluruh gereja. Jika kita adalah orang Kristen, kita berhak untuk tetap berada di tengah jemaat sebagaimana saudara yang telah menyakiti kita itu. Mengapa kita harus meninggalkannya? Sangat sulit dimengerti mengapa kita akan berpikir seperti ini. Kadang-kadang ada suatu masalah di dalam gereja dan Pendeta tidak diberitahu akan hal ini. Jika dia mengetahuinya, dia akan ikut campur membela mereka yang disakiti untuk meluruskannya.
Harus ada batasnya!
Misalkan seseorang melakukan dosa terhadap kita. Dia menyesal dan minta maaf dan kita mengampuninya. Kemudian dia melakukannya lagi dan lagi! Apa yang akan kita lakukan? Inilah pertanyaan yang ingin ditanyakan Yesus. Berapa kali kita harus memaafkan seseorang?
Lukas 17:3-4 memberitahu kita:
Jagalah dirimu jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Dan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata "aku menyesal", engkau harus mengampuni dia.
Jika seseorang menyingung kita berkali-kali, Yesus berkata dalam kutipan di atas bahwa kita harus memaafkannya sampai tujuh kali dalam sehari. Ketika Dia memberikan contoh ini, Dia tidak bermaksud bahwa tujuh kali adalah batasnya. Hal ini dikarenakan tujuh adalah angka sempurna. Jika kita mampu mengampuni seseorang tujuh kali, kita tentu dapat mengampuninya lebih dari itu. Poinnya adalah bahwa kita memaafkan seseorang tujuh kali sehari dari hari ke hari. Dengan kata lain tidak ada batas untuk itu.
Tetapi, rata-rata orang Kristen tidak bisa memaafkan. Ketika seseorang menyakitinya sekali, mukanya sudah merah dan ia bereaksi seperti ini: "Cukup, aku tidak akan lagi ngomong sama mahluk menjijikkan ini! Aku tidak akan pernah masuk ke gereja ini lagi!" Sekali saja dan sudah cukup? Bagaimana dengan yang "tujuh kali sehari" yang Yesus ajarkan? Apakah pengampunan kita terbatas seperti itu? Kita mencoba membenarkan perilaku kita dan berkata, "Saya tidak melakukan apa-apa kepadanya, dan dia menyakiti saya! Lalu mengapa saya mesti memaafkannya?" Baiklah, inilah yang Yesus katakan.
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali"(Mat.18:21-22).
Petrus jelas berpikir bahwa dia sangat pemurah. Dia berpikir tujuh kali tidak terlalu buruk karena menurut rabi-rabi Yahudi, kita bisa mengampuni seseorang satu kali, dua kali, dan bahkan tiga kali, tetapi tidak empat kali. Karena tiga kali adalah maksimum. Petrus mungkin berpikir bahwa karena dia menghitung jumlah yang lebih dari dua kali lipat dari apa yang di rekomendasikan para rabbi, dia benar-benar pemurah. Sementara para rabbi memberikan batasan maksimum memaafkan tiga kali dalam seumur hidup kita, tetapi kita disuruh memaafkan orang tujuh kali dalam sehari. Jika jumlah tujuh itu dikalikan dengan masa hidup kita, maka jumlahnya jelas sangat luar biasa. Tuhan berkata kepada Petrus, "Aku tidak mengatakan kepadamu tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh." Sekali lagi, jumlah yang dimaksudkan adalah simbol bilangan tak terbatas. Jika kita bisa memaafkan seseorang tujuh kali sehari dalam tujuh puluh hari atau dua setengah bulan, jumlah yang muncul menjadi tak terbatas.
Friday, April 23, 2010
Dating
Pacaran
Orang bagaimanakah yang serharusnya menjadi pacar anda? Ada dalam Alkitab,"Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni ( 2 Timotius 2:22).
Tidaklah bijaksana berpacaran dengan seseorang yang tidak mengasihi Allah. Ada dalam Alkitab,"Janganlah mau menjadi sekutu orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus; itu tidak cocok. Mana mungkin kebaikan berpadu dengan kejahatan! Tidak mungkin terang bergabung dengan gelap. Tidak mungkin Kristus sepakat dengan Iblis. Apakah persamaannya antara orang Kristen dengan orang bukan Kristen (2 Korintus 6:14-15, BIS). Mungkinkah dua orang bepergian bersama-sama tanpa berunding lebih dahulu? (Amos 3:3, BIS).
Janganlah berpacaran dengan seseorang yang mengatakan diri sebagai seorang Kristen tapi tidak hidup sebagai orang Kristen. Ada dalam Alkitab,"Maksud saya ialah, bahwa kalian jangan bergaul dengan orang yang mengaku dirinya orang Kristen, tetapi orang itu cabul, atau tamak, atau penyembah berhala, atau suka memburuk-burukkan orang lain, atau pemabuk, ataupun pencuri. Duduk makan dengan orang itu pun jangan ( 1 Korintus 5:11, BIS).
Hindari berpacaran dengan orang yang mempunyai perilaku pemarah. Ada dalam Alkitab, "Janganlah bergaul dengan orang yang suka marah dan cepat naik darah (Amsal 22:24, BIS).
Jangan berpacaran dengan seorang Kristen pemalas. Ada dalam Alkitab,"Saudara-saudara, atas kuasa Tuhan Yesus Kristus, kami perintahkan supaya kalian menjauhi semua saudara, yang hidup bermalas-malasan, dan yang tidak menuruti ajaran-ajaran yang kami berikan kepada mereka (2 Tesalonika 3:6, BIS).
Kecantikan batiniah adalah yang paling berarti. Ada dalam Alkitab,"Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu timbul dari dalam batin, budi pekerti yang lemah lembut dan tenang; itulah kecantikan abadi yang sangat berharga menurut pandangan Allah (1 Petrus 3:4, BIS).
Berpacaranlah dengan seseorang yang mempunyai sikap yang baik. Ada dalam Alkitab, "Semoga Allah, yang memberikan ketabahan dan penghiburan kepada manusia, menolong kalian untuk hidup dengan sehati, masing-masing dengan sikap Kristus terhadap satu sama lain (Roma 15:5-6, TLB).
Berpacaranlah dengan seseorang yang mendorong anda dan menyokong anda. Ada dalam Alkitab,"Kalian kuat, karena kalian bersatu dengan Kristus. Dan kalian terhibur karena Kristus mengasihimu! Roh Allah telah membuat kalian hidup erat dan rukun satu sama lain. dan kalian juga saling mengasihi serta menaruh belas kasihan satu sama lain. Nah, cobalah kalian betul-betul menyenangkan hati saya dengan hal-hal ini: Hiduplah sehati dengan kasih yang sama, dengan pikiran yang sama dan tujuan yang sama (Filipi 2:1-2, BIS).
Dalam suatu hubungan pacaran janganlah bersifat eksklusif atau menyendiri perhatikanlah juga orang-orang lain. Ada dalam Alkitab,"Perhatikanlah kepentingan orang lain; jangan hanya kepentingan diri sendiri (Filipin 2:4, BIS). Hendaklnya hubungan itu maju langkah demi langkah. Ada dalam Alkitab," Dan selain bisa menguasai diri hendaklah kalian juga memupuk diri untuk tabah menghadapi segala sesuatu. Di samping tabah menghadapi segala sesuatu, kalian harus juga hidup menurut kemauan Allah. Dan hidup menurut kemauan Allah harus juga dilengkapi dengan kasih sayang kepada saudara-saudara seiman. Selanjutnya hendaklah kasih sayangmu kepada saudara-saudara seiman ditambah dengan kasih terhadap semua orang (2 Petrus 1:6-7, BIS).
Apa yang harus dihindari dalam berpacaran. Ada dalam Alkitab," Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan bermabuk-mabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati (Roma 13:13).
Berpacaran tidak termasuk hubungan seks. Ada dalam Alkitab,"Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh . Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri (1 Korintus 6:13, 18). Jagalah diri anda tetap suci. Ada dalam Alkitab,"Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia adalah suci ( 1Yohanes 3:3).
Agar tidak menyakiti diri kita sendiri, keinginan dan kegiatan seks haruslah ditempatkan di bawah pengendalian Kristus. Ada dalam Alkitab,"Karena inilah kehendak Allah: Pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi istrimu sendiri dan hidup di dalam kekudusan dan kehormatan bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah (1 Tesalonika 4:3-5).
Seandainya engkau telah terlanjur, apakah yang harus anda perbuat?
Pertama-tama, akuilah dosa-dosamu. Ada dalam Alkitab,"Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku (Mazmur 51:3-5). Kedua, mintalah pengampunan untuk dosa-dosamu Allah berkata engkau dapat memulai hidupmu lagi. Ada dalam Alkitab,"Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela (Mazmur 51:9-14).
Ketiga, Percayalah bahwa Allah benar-benar telah mengampuni anda dan berhentilah merasa bersalah. Ada dalam Alkitab,"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak (Mazmur 32:1-7).
Allah mempunyai seorang jodoh untuk engkau. Ada dalam Alkitab,"TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia (Kejadian 2:18).
Mintalah jodoh dari Tuhan. Ada dalam Alkitab,"Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN (Amsal 19:14).
Allah akan memberikan hasrat hati anda kepada anda. Ada dalam Alkitab,"Carilah kebahagiaanmu pada TUHAN, Ia akan memuaskan keinginan hatimu (Mazmur 37:4, BIS). Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya (Matius 6:8).
Saturday, February 6, 2010
Diinginkan atau dibutuhkan?
Pertarungan antara malaikat michael dan gabriel di film LEGION smpt bkn g bingung. God ngirim michael untuk membunuk seorang ank manusia yg akn lahir dan anak itu adalah satu satunya harapan untuk meneruskan kelanjutan hidup manusia.
Tuhan terlalu murka melihat manusia, shg God merasa sudah tdk ada harapan krn kemerosotan yg terjadi di dunia.
Tapi michael malah membelot atas perintah God, ia malah melindungi ibu yg akn melahirkan anak tersebut. Michael merasa ini semua gak bener. Michael sangat mencintai manusia. Dialah malaekat pertama yg membela manusia saat manusia akan menerima murka Tuhan sprt air bah pd jaman Nuh.
Michael ms yakin kalau didunia masih ada manusia yg baik.
Akhirnya tiba dimana gabriel dtg utk memusnahkan manusia dan membunuh ank manusia tsbt.
Michael pun berjuang membela manusia, singkat cerita michael pun mati di tangan gabriel. Sebenarnya mereka adalah sahabat, tetapi saat michael mengajak damai gabriel ttp gk mau. Dengan dalih michael telah membangkang dari perintah God.
Dan di akhir cerita saat dimana gabriel akan membunuh anak tsbt, michael kembali datang dr surga utk menghentikan gabriel. Gabriel pun bingung, kenapa michael bs dtg kembali, seharusnya michael di hukum karna tidak menuruti perintah God.
Tetapi michael menjawab, "KAU MELAKUKAN APA YG DI INGINKAN NYA, DAN AKU MEMBERIKAN APA YG DI BUTUHKAN NYA."
dari cerita film tersebut timbul suatu pertanyaan, apa sih yg Tuhan butuhin? Khsusnya dari manusia.
Tuhan kan maha sempurna, apa iya Tuhan butuh sesuatu? Kalau keingina Tuhan kpd manusia bisa qt jabarkan, seperti Dia ingin agar qt taat, memiliki kasih dsbg.
Nah, kalo kebutuhan nya? Apa Dia butuh kasih? Tapi dia adalah Kasih.
Kalau dr sudut pandang kebutuhan manusia sempat berpikir, apakah Tuhan itu butuh qt(manusia) seperti sepasang kekasih yg saling membutuhkan? Atau dia membutuhkan suatu persekutuan dgn qt untuk menyalurkan kasihNya yg memang pada awalnya qt adalah ciptaan Nya yg dijadikan objek cinta Nya? Atau memang qt lah yg paling dibutuhkan Nya hanya karna satu alasan, yaitu KASIH?
Semoga suatu saat sy bisa mendapatkan jawaban dari ini semua.
-Freez-
Monday, February 1, 2010
Light n Peacefullness Within
Sebuah cerita mengenai anak remaja yg sedang mengikuti sebuah acara remaja. Tapi mengapa ia merasa bosen banget. Acaranya pun rame, banyak orang, bisa ngobrol-ngobrol dan acaranya pun lumayan rame, tetapi anehnya hatinya masih terasa kosong. Akhirnya ia iseng masuk ke sebuah gereja dan melihat beberapa pelayan Tuhan sedang latihan. Walaupun hanya melihat mereka latihan, ia ngerasa nyaman banget dan akhirnya ia di ajak nyanyi bareng n doa bareng. Dan di situlah ia ngerasa nyaman banget, ia sadar ternyata dalam Tuhan jauh lebih indah di banding dgn yg lain.
Dari cerita di atas g sempet di sadarkan mengenai sesuatu. Banyak orang di luar sana yg butuh namanya suatu kenyamanan, ketenangan, damai sejahterah bahkan penerimaan. Dunia hanya dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan hanya sementara, tetapi hanya Tuhan yg dapat memberikan mereka ketenangan yg abadi. Lalu bagaimana mereka dapatkan itu? Yup hanya dari kitalah yg adalah anak-anak Tuhan yg dapat mengenalkan dan membawa mereka kepada damai yg sejati itu.
Setelah melakukan perenungan g sempet tersadar, apakah g yg adalah ank-ank Tuhan sudah melakukan tugas g? Untuk merangkul mereka? Mengenalkan Tuhan? Memberikan kesaksian bahkan mendemonstrasikan mengenai kedamain sejati itu? Apakan saat mereka bersama g mereka merasa nyaman? Merasakan kedamaian saat melihat aktifitas keseharian g?
Akhirnya g mulai belajar sesuatu dari semua ini. Mereka butuh kedamaian dan hanya dari kitalah yg dpt mengenalkan dan membawa mereka ke kedamain sejati itu.
Biarlah saat mereka melihat hidup g, saat g memuji God, melihat hub. g dgn God mereka bisa melihat terang n damai dalam diri g.
God, thx 4 everything.
Help me to be Your deligation to bring Your light n Your peace to everyone who needed a peacefullness.
-April-
Dari cerita di atas g sempet di sadarkan mengenai sesuatu. Banyak orang di luar sana yg butuh namanya suatu kenyamanan, ketenangan, damai sejahterah bahkan penerimaan. Dunia hanya dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan hanya sementara, tetapi hanya Tuhan yg dapat memberikan mereka ketenangan yg abadi. Lalu bagaimana mereka dapatkan itu? Yup hanya dari kitalah yg adalah anak-anak Tuhan yg dapat mengenalkan dan membawa mereka kepada damai yg sejati itu.
Setelah melakukan perenungan g sempet tersadar, apakah g yg adalah ank-ank Tuhan sudah melakukan tugas g? Untuk merangkul mereka? Mengenalkan Tuhan? Memberikan kesaksian bahkan mendemonstrasikan mengenai kedamain sejati itu? Apakan saat mereka bersama g mereka merasa nyaman? Merasakan kedamaian saat melihat aktifitas keseharian g?
Akhirnya g mulai belajar sesuatu dari semua ini. Mereka butuh kedamaian dan hanya dari kitalah yg dpt mengenalkan dan membawa mereka ke kedamain sejati itu.
Biarlah saat mereka melihat hidup g, saat g memuji God, melihat hub. g dgn God mereka bisa melihat terang n damai dalam diri g.
God, thx 4 everything.
Help me to be Your deligation to bring Your light n Your peace to everyone who needed a peacefullness.
-April-
Sunday, January 31, 2010
8 Buah Pembaharuan Pikiran
Filipi 4:8
"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."
8 buah pikiran yang diperbaharui :
1. Semua yang benar, adalah semua yang menjadi kehendak Tuhan atas hidup kita.
2. Semua yang mulia, adalah menanggung segala sesuatu dengan sabar.
3. Semua yang adil, adalah semua kebutuhan kita menurut kekayaan dan kemuliaan Tuhan.
4. Semua yang suci, adalah pengampunan dosa, pertobatan sejati.
5. Semua yang manis, adalah puji-pujian dan mazmur bagi nama Tuhan.
6. Semua yang sedap didengar, perkataan dan perbuatan yang memberkati orang.
7. Semua yang disebut kebajikan, adalah siap menderita bagi orang lain.
8. Semua yang patut dipuji, adalah sikap menahan ego kita dan mementingkan orang lain.
so, mulai sekarang jagalah Pikiranmu, biarkan Tuhan selalu memperbaharui pikiranmu.
Be a light with your mind first.
"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."
8 buah pikiran yang diperbaharui :
1. Semua yang benar, adalah semua yang menjadi kehendak Tuhan atas hidup kita.
2. Semua yang mulia, adalah menanggung segala sesuatu dengan sabar.
3. Semua yang adil, adalah semua kebutuhan kita menurut kekayaan dan kemuliaan Tuhan.
4. Semua yang suci, adalah pengampunan dosa, pertobatan sejati.
5. Semua yang manis, adalah puji-pujian dan mazmur bagi nama Tuhan.
6. Semua yang sedap didengar, perkataan dan perbuatan yang memberkati orang.
7. Semua yang disebut kebajikan, adalah siap menderita bagi orang lain.
8. Semua yang patut dipuji, adalah sikap menahan ego kita dan mementingkan orang lain.
so, mulai sekarang jagalah Pikiranmu, biarkan Tuhan selalu memperbaharui pikiranmu.
Be a light with your mind first.
Subscribe to:
Comments (Atom)